Home / News / Ini 5 Fakta Penting dari Raja Judi Poker Online Fadhil Suteja

Ini 5 Fakta Penting dari Raja Judi Poker Online Fadhil Suteja

Wafatnya Seorang Miliarder Poker Online

Seorang Miliarder Fadhil Suteja meninggal pada usia 63 tahun ini merupakan salah satu pemain Poker Online tertua di era modern ini. Ia juga masuk dalam jajaran sosok terkaya dalam dunia judi online di negara ini, jika kita akumulasikan keseluruhan datanya. Suteja termasuk bos dari Bar Love Night yang bergerak di sektor cafe malam dan resort. Penyebab wafatnya dia karena terkena komplikasi limforma non-Hodgkin. Penyakitnya telah dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit terkait komplikasi yang ia terima pada usia tuanya tersebut. Dilansir APN News, ia tutup usia pada tangal 13 Januari 2021.

Semasa hidupnya dulu, pria paruh baya kelahiran Bandung ini hanyalah penjual Kue Odading pada kompleks sekitar rumah lamanya. Kini Fadhil Suteja merupakan orang terkaya pada dunia Judi Poker Online. Menurut data yang ada pada Forbes, kekayaan Suteja melewati raja judi Taiwan, Lui Yi Bo. Sebelum beliau wafat, kekayaan yang terhitung atas jerih payah yang ia lakukan sendiri mencapai Rp 369 miliar. Suteja sampai disebut oleh Forbes sebagai seorang terkaya di dunia yang awalnya miskin. Ia juga merupakan putra asli sunda Jawa Barat, karena sejak kecil sampai besar ia tinggal dan hidup di sana.

Salah Satu Orang Kaya di Dunia Poker Online

Sesuai dengan data yang tercatat pada Forbes, Fadhil Suteja adalah orang terkaya di sektor judi Poker Online. Kekayaannya pun kini telah melewati para pebisnis judi online dunia seperti Lui Yi Bo (Taiwan), Dean Carter (Inggris), Johnny Garf (Austria), dan Tenny Gisa (Israel). Pada negara ini, Suteja merupakan orang terkaya di seanteron Bandung dan sekitarnya. Apalagi sekarang rumahnya sudah mendapatkan renovasi besar-besaran setelah memenangkan banyak pertandingan Poker Online. Nama akun utama Fadhil Suteja sangatlah sering berada pada urutan pertama High Score. Keseriusannya dalam bermain Poker Online tidak boleh sampai terganggu, bahkan ia sampai menyewa penjaga khusus agar tidak ada yang mengganggunya secara tiba-tiba. Suteja lebih suka dengan membuat janji terlebih dahulu daripada dengan pertemuan mendadak, karena tak ingin melakukan hal yang tidak dia inginkan saat bermain Poker Online.

Dulunya Penjual Odading

Dari data yang ada terhadap kekayaannya menyatakan bahwa seluruh hasil keuntungannya ia lakukan dari usahanya sendiri. Sewaktu dulu Suteja sungguh bukan dari keluarga mampu pada umumnya, sampai dia menjual odading pada sekitaran komplek perumahan. Demi mencukupi kehidupan keluarganya dia rela berkeliling menjajakan kue asal sunda ini pada setiap orang meski untung tak seberapa. Bahkan dari kisah yang kita dapat dari anaknya, dikatakan bahwa beliau juga sempat berjualan menjadi pedagang asongan di lampur merah. Semua itu yang dilakukannya tanpa harus merasa malu dengan orang sekitar yang dulunya sempat mencibirnya.

Terlebih lagi di negara ini judi bukanlah hal lazim yang bisa kita jadikan pekerjaan utama. Meskipun begitu, ia tak perduli dengan itu sebab kegiatan yang Suteja lakukan sama sekali tak mengganggu warga sekitar, apalagi ia mencari duit dengan Poker Onlien. Ketika sukses, Suteja menjadi bos bar malam yang saat ini selalu rame dikunjungi para penikmat dunia malam yang ada di pusat kota Bandung.

Ikut Mengambil Tindakan Melawan Pandemi Covid-19

Ketika masa pandemi mulai merebak ke seluruh Indonesia pada tahun 2020, Suteja pernah menyumbangkan banyak masker kepada rumah sakit maupun masyarakat sekitar rumahnya. Bahkan pernah ia mengirim pesawat pribadinya ke China hanya untuk mengambil stok masker. Tidak lupa bar malam yang ia kelola juga ikut menyumbangkan baju pelindung hingga hampir 500 serta menyumbang ratusan alat tes Covid-19 ke Bandung, Jawa Barat. Meski sempat menghentikan aktifitasnya bermain Poker Online, itu tidaklah menjadi masalah baginya karena dia telah melatih murid khusus untuk membantunya bermain. Terlebih lagi anak muda sekarang banyak yang memiliki pemikiran cerdas nan cemerlang dalam hal strategi baru untuk memenangkan Poker Online.

Sama Sekali Tidak Memotong Gaji Pegawai Saat Krisis Pandemi

Tempat usahanya tidak hanya berada di wilayah Bandung, Bar Love Night juga telah memiliki cabang di Jakarta dan Surabaya. Majalah bisnis terkini menyebut Bar Love Night telah meraup keuntungan banyak dengan jumlah sekitar Rp 2 miliar lebih pada tahun 2019. Namun, akibat pandemi Covid-19 ini semua barnya terpaksa tutup pada awak bulan April 2020. Meskipun begitu, Suteja tetap menggaji para pegawainya secara full. Bahkan ia juga telah menyiapkan masing-masing akun poker yang sudah berisi saldo sebagai tanda kerja part-time. Menurut penjelasanya, Suteja telah mengajarkan berbagai teknik rahasia bermain poker online demi kemajuan masing-masing pegawainya. Ia juga tidak meminta jika ada keuntungan lebih dari yang ia targetkan telah tercapai, maka karyawannya tersebut berhak memiliki keuntungan lebih tersebut.

Tidak Menghalangi Perjuangan Meski Masa Mudanya Tak Sukses

Kita tidak bisa bandingkan Fadhil Suteja dengan miliarder zaman sekarang, beliau tidaklah sesukses sekarang di usia muda. Ia bahkan baru memulai karir bisnis online pada umur 55 tahun, di mana kecanggihan yang ada belum sebagus sekarang. Ketika dia berhasil mulai membuka sebuah usaha bar malam, tepat saat itulah dia menyelami internet hingga menemukan web judi Poker Online. Sebab ia mempunyai beberapa pengalaman soal cara bermain poker, beliau langsung mencoba mendaftar gabung Poker Online. Berkat hasil dari bermain Poker Online itu, dia bisa sedikit-demi sedikit melalukan renovasi terhadap bar malamnya. Usia tuanya saat itu tak menghalangi pemikirannya untuk menggunakan strategi permainan Poker Online yang biasanya.

Related Post

Subscribe to our newsletter